Hari keempat PKL ini benar-benar hal yang paling membosankan. Karena saya dan teman-teman tidak melakukan kegiatan apa-apa, hanya datang, monitoring, dan duduk manis di kursi yang sudah tersedia sambil menunggu perintah dari karyawan Telkom jika terdapat masalah pada jaringan Telkom. Tetapi saya akan memanfaatkan waktu kosong tersebut untuk membuat kerangka tugas akhir (TA) serta memikirkan judul kajian yang tepat untuk dijadikan topik dalam pembuatan tugas akhir saya.
Kamis, 17 Maret 2011
Rabu, 16 Maret 2011
Hari ke-3 PKL
Pada hari ketiga, masih sama seperti kemarin. Belum mendapatkan pekerjaan apa-apa. Saya hanya duduk diam dan mengerjakan yang harus saya selesaikan, daripada nganggur tidak jelas mau ngapain. Tetapi tidak lama kemudian saya dan teman-teman lainnya bertemu dengan salah satu karyawan Telkom bernama Pak Taufik. Dia merupakan karyawan yang tidak lama lagi akan dipindah tugaskan ke Semarang. Sejak pertama kali bertemu dengannya, saya merasa nyaman karena dia begitu baik kepada kami dan juga enak untuk diajak mengobrol. Karena dia senang ngobrol.
Panjang lebar saya berbicara dengan dia, sharing-sharing ilmu pengetahuan jaringan dengannya. Dijelaskannya lagi tentang pekerjaan yang biasa dilakukan di divisi multimedia untuk memberikan kami bayangan dalam menentukan judul. Karena sampai saat ini judul untuk tugas akhir kami masih belum terpikirkan dan masih dalam bayang-bayang.
Kemudian saya diperlihatkan cara monitoring jaringan dan dijelaskan pula fungsi-fungsinya. Saya masih belum memahami cara kerja monitoring jaringan di Telkom, karena ini merupakan hal baru buat saya dan teman-teman lainnya. Semoga untuk ke depannya bisa lebih diperdalam lagi untuk monitoring jaringan metro ethernet di Telkom.
Selasa, 15 Maret 2011
Hari ke-2 PKL
Pada hari kedua ini tidak terlalu banyak perkerjaan seperti hari kemarin. Kami bertiga hanya menunggu dan monitoring saja. Kemudian Pak Agus dan Pak Nian sedang melakukan monitoring dan pembuatan jalur metro ethernet untuk pelanggan-pelanggannya dengan cara konfigurasi melalui komputer.
Tak lama kemudian kami disuruh untuk ikut ke ruang transmisi untuk mengecek router dan sekalian membuat saringan udara untuk router karena sudah kotor sekaligus kami sedikit bertanya tentang pekerjaan yang dilakukan oleh pak Nian tadi tentang pembuatan jalur metro ethernet. Karena saya tertarik melihatnya dan merupakan hal yang baru untuk saya, mungkin teman-teman saya juga. Setelah itu, kami kembali ke ruangan dan kembali seperti biasa, menunggu dan monitoring.
Beberapa lama kemudian kami diberikan tugas lagi untuk mengambil kabel fiber optik dan merapihkannya. Setelah merapihkan semua kabel, kami diajak untuk mengukur redaman pada kabel fiber optik oleh pak Agus dan Pak Nian. Peralatan yang kami gunakan hanya menggunakan laser source dan power source level tipe RX sebagai penerima saja.
Laser source yang digunakan berfungsi untuk mengetahui keadaan serat fiber optik apakah terdapat gangguan atau tidak. Misalnya apakah serat optik yang terdapat di dalam kabel putus atau tidak. Jika terdapat serat yang putus, maka cahaya laser yang ditembakan tidak akan sampai atau sedikit redup, sebaliknya jika serat fiber baik dan tidak putus maka cahaya laser yang ditembakan akan sampai dengan baik dengan cahaya yang terang.
Kemudian setelah di tes dengan laser source, kami diajak ke ruangan transmisi untuk mengukur redaman pada kabel fiber optik. Cara mengukurnya yaitu dengan memasukan ujung kabel yang satu ke dalam router yang telah di masukan modul SFP (konverter dari fiber optik ke elektrik) dan ujung yang satunya dimasukan ke alat ukur (power source level). Kemudian kita akan membaca redaman yang diperoleh. Redaman yang diijinkan yaitu jika λ = 1310 maka redaman yang diijinkan yaitu antara -05,00 s/d -10,00 dan jika λ = 1510 maka redaman yang diijinkan yaitu antara -05,00 s/d -15,00. Selain dari angka tersebut, tidak diijinkan digunakan untuk menggunakan kabel tersebut dalam pengoperasian. Sinyal yang diberikan dari router yaitu sekitar -05,00. Semakin kecil nilai redamannya, maka semakin baik juga untuk jalur lewat datanya. Pada pengukuran kabel yang kami lakukan yaitu kami mendapatkan hasil ukuran kurang lebih -06,20an (saya kurang hapal angka detailnya berapa) dengan λ = 1310. Maka kabel tersebut masih baik untuk digunakan.
PKL Pertama Kali dan Hari Pertama PKL
Akhirnya saya bisa mengisi kembali blog ini. Sudah lama saya tidak posting-posting di sini. Saya akan menulis pengalaman saya mengenai PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang ada di Arnet Bogor Divisi Infratel PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar A.Md di Diploma IPB. Waktu pertama kali saya dan kedua teman saya (Laksmi dan Noordama) datang ke kantor Telkom, saya bertemu dengan orang yang akan membimbing saya pada saat di lapangan nanti, namanya Pak Agus Susila (Asisten Manager divisi Multimedia) dan ditemani dengan 2 orang lagi, yaitu bernama Pak Agus Trisna dan Pak Nian .
Saya sedikit diberikan penjelasan mulai dari struktur organisasi yang ada di Telkom sampai pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh karyawan Telkom. Lalu saya diajak untuk berkeliling ke ruangan transmisi yang ada di Arnet Bogor. Ternyata di dalamnya terdapat berbagai jenis router metro ethernet, dan switch seperti merk dari Cisco, Juniper, Alcatec-Lucent, dll yang biasa dikenal banyak orang. Kabel yang biasa digunakan untuk pengoperasiannya yaitu dengan menggunakan kabel Fiber Optik. Kami diberikan sedikit penjelasan tentang perangkat yang dipakai tersebut yang ada di dalam ruang transmisi.
Pada hari pertama saya dan kedua teman saya mendapatkan pengalaman baru, yaitu diajak untuk pergi ke suatu tempat ke daerah Gunung Putri tempat dimana salah satu kantor cabang Telkom Gunung Putri berada untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang jarang ditangani dan bisa jadi belum pernah, yaitu merapihkan kabel fiber optik pada ruangan transmisi Telkom Gunung Putri.
Di sana saya di bantu oleh kedua teman saya dan pembimbing lapangan serta karyawan Telkom yang lainnya. Kami pun mengerjakan tugas sesuai instruksi dari bapak-bapak yang sedang sibuk membongkar lemari router dan switch. Kemudian setelah itu kami merapihkan kabel-kabel fiber optik yang penataannya kurang rapih. Kami mengerjakan semuanya itu dari pagi hingga sore.
Setelah semuanya beres, kami diajak kembali ke daerah Cileungsi, kantor cabang Telkom Cileungsi. Di sana hanya mengecek dan memasukan modul SFP ke dalam router lalu kami pulang kembali ke Bogor.
Selasa, 26 Januari 2010
Lion Air Training Center eLearning System
Lion Air Training eLearning System (LTES) adalah system pembelajaran jarak jauh yang menggunakan fasilitas internet berupa website sebagai media komunikasinya. Dengan diterapkannya eLearning tidak berarti interaksi siswa dengan instruktur menjadi hilang. Silahkan anda klik link di bawah ini.
Langganan:
Postingan (Atom)





